Remaja Aset Masa Depan dan kenyataan di lapangan…


Bismillah.

Remaja aset masa depan. ya, kita semua meyakini hal itu. begitu banyak remaja yang bisa menjadi sosok teladan. sukses di sekolah . berprestasi dan membanggakan keluarganya. Namun ironisnya, di pelosok negri justru banyak remaja yang semakin terpapar “kebodohan” adab pergaulan yang salah.

ketika menjabat sebagai dokter PKPR saya menyusuri sekolah demi sekolah di area puskesmas tempat saya bekerja. ada 19 sekolah. 10 SMA dan 9 SMP. dari mulai sekolah terfavorit di area kota sampai sekolah alakadarnya di pelosok desa. Beberapa kali saya mengunjungi sekolah2 memberikan penyuluhan dan menjadi tempat sharing bagi remaja.

kenyataan yang saya temui di lapangan adalah :

  1. remaja dari sekolah perkotaan lebih mampu menghadapi perubahan zaman. mereka lebih “cerdas” memilih pergaulan dan siap menghadapi tantangan budaya pergaulan yang sudah semakin bebas
  2. remaja di sekolah pedesaan cukup polos, namun terpengaruh perubahan efek dari budaya perkotaan. dan umumnya mereka lebih sederhana memandang masa depan. bekerja dan menikah.
  3. remaja perkotaan lebih mudah terpapar pergaulan bebas. jadi akan biasa mendapat pertanyaan vulgar, bahkan mendalam. namun mereka bisa menyikapi keputusan mereka . ini semua tentang pergaulan bebas, alat kontrasepsi, dsb.
  4. remaja pedesaan sebenarnya cenderung berani berbuat lebih jauh dalam hal pergaulan bebas. jika sudah terlanjur hamil, ya menikah. selesai. maka angka pernikahan muda di remaja pedesaan jauh lebih tinggi.
  5. remaja perkotaan lebih mudah terpapar seks bebas. temuan kasus infeksi menular seksual lebih banyak pada kelompok ini
  6. Remaja di sekolah favorite. polos tapi cerdas. kepolosan mereka hanya karena waktu yang mereka miliki lebih banyak dihabiskan untuk belajar dan bersaing mendapatkan nilai yang bagus.

dari data di atas ASet masa depan yang paling bisa diandalkan tentulah para remaja yang terdidik di sekolah favorite. iklim lingkungan yang baik membuat mereka secara tidak langsung terselamatkan. Remaja yang butuh bimbingan lebih komprehensif adalah remaja perkotaan. sedangkan yang butuh segera “diselamatkan” adalah remaja pedesaan. kepolosan mereka harus disesuaikan dengan pengaruh modernisasi yg merambah ke desa desa.

terkadang miris sekali melihat betapa timpangnya keadaan tersebut. apalagi di suatu daerah yang mulai berkembang pesat. remaja harus lebih siap menghadapi tantangannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s