Jangan Abaikan Pintu Syurga itu…..


Bismillah

doa-ibu

Beberapa waktu lalu saya menerima seorang pasien renta. Berjalan sendirian memasuki ruang periksa. Terseok karena sebelah kakinya luka berat akibat penyakit diabetes yang lama dideritanya. Miris. itu yang selalu kurasakan di hati setiap mendapati momen seperti ini. bukan pertama kalinya terjadi dalam hidup ini melihat seorang yang renta tak ditemani oleh sesiapapun. Padahal orang yang paling wajib untuk mendampingi mereka adalah anak2nya.

Kadangkala, pasien2 ku itu tanpa sadar curcol padaku… tentang beratnya kehidupan, anak2 yang tidak perhatian.

Ya Allah,,, jauh di lubuk hati ini aku selalu berdoa, semoga orangtuaku tidak akan mengalami hal semacam ini… aku selalu berdoa agar aku dan saudara2ku lainnya bisa mendampingi dan menyayangi Ummi dan Bapak hingga akhir hayat mereka atau bahkan akhir hayat kami.

Karena aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri seandainya cerita seperti di atas terjadi pada kedua orang tuaku. oy, juga pada orang tua suamiku dan ipar2ku. karena bagi kami mereka adalah orang tua kami sendiri…

apakah aku menyalahkan anak2 mereka (para pasien tsb) … sama sekali tidak. karena aku bahkan tidak tau mengapa mereka membiarkan orangtuanya sendirian kemana2. bisa saja orang tuanya adalah tipe orang tua yang sulit untuk diajak berkomunikasi, ingin kemana2 sendirian karena itu adalah kemauannya. dan banyak hal lagi.

aku bahkan tidak memperdulikan itu. karena tentu itu adalah ranah pribadi mereka…

aku lebih suka mengambil hikmah dari sekitar untuk kutempatkan pada posisiku sendiri…

dan lalu mendoakan mereka… pasien2ku agar Allah berikan kemudahan dalam kehidupan mereka, diberi kesehatan sehingga mampu untuk beribadah kepadaNya. karena hakikat kehidupan adalah berbekal menghadapNya kelak…

NAsehatku pada diri ini sendiri… agar tidak mengabaikan pintu syurga itu… dulu aku sering bersedih jika mendapati orangtua ku sakit sedang aku tidak berada di sisi mereka… beruntung sekarang Allah membawa mereka ada di dekatku… bahagia tak terhingga…

semoga allah mudahkan aku menjaga pintu syurga itu… aaamiin…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s