Welcome 2015


2015 tinggal besok !!! waktu begitu cepat berlalu T.T

Jadi inget masa tempoe doeloe, sejak SD sampe SMA, tepatnya sebelum hijrah ke jalan hidayah, saya selalu merayakan malam tahun baru dengan suka cita dan sederetan do`a. ya begitu,heheheh.

Saya akan menghabiskan malam bersama teman2 lalu meniup terompet saat jam menunjukkan pukul 00.00 di tahun yang baru, membuat keributan baru, heheheh. dan lalu para tetangga akan membuka pintu rumah, jangan berpikir mereka akan mendatangi untuk menyuguhkan kue atau makanan ringan dan sebotol cola. tidak, tidak pernah terjadi hal demikian. karena yang ada adalah umpatan – umpatan serbaguna yang ampuh membuat kami diam sejenak, tapi lalu terbahak – bahak begitu pintu kembali di tutup. hahahah, siannya, kami pun pasang wajah tak berdosa ketika bertemu para om tante tetangga kami yang terpaksa nambah jam tidur di tahun baru akibat ulah kami😀

Tahun Baru yang lain, ketika Allah mulai menyisipkan benih-benih hidayah dalam benak saya, saya mulai bertaubat dari manouver berbahaya mengganggu ketenangan ummat. saya mulai berhenti kongkow bareng temen2 di tahun baru, karena menurut saya itu perbuatan sia2 yang menghabiskan waktu, tenaga (buat niup terompet) , dan fikiran (untuk menciptakan wajah suci tak berdosa di hadapan ummat) , dan berubahlah malam tahun baru berikutnya menjadi malam nonton konser. saya akan menyiapkan cemilan (tidak akan ada kacang garing, itu musuh besar yang sering kali membombardir wajahku dengan tembakan2 jerawat batu, aahhhhh ) juga menyiapkan minuman hangat. lalu kuhabiskan malam dengan TV 32 inch yang sedang menampilkan penyanyi2 kesayangan, heheheh… saya tidak perlu niup terompet karena sudah ditiupkan oleh mereka😀

ketika waktu beranjak subuh, saya berpindah lokasi, bener2 perayaan tahun baru yang amat berkesan karena saya melakukannya seorang diri, wooww banget, tanpa teman, hanya ditemani nyamuk2 nakal, kesepian malam yang mencekam , dan Allah (pastinya DIA yang selalu ada dan ada dan selalu saya rasakan keberadaaanNya ). pindah lokasi kali ini adalah ke sebuah gubuk bambu yang juga rumah pohon. berada di belakang rumah paling pojok, gubuk itu adalah bangunan poskamling yang dibuat warga kampungku untuk menjaga ternak koperasi kami. Bapak saat itu peternak hebat, punya ratusan ekor domba – domba sehat yang terkenal ke penjuru negri Hamparan Perak, itu sebabnya warga membuat ternak perserikatan dan dikandangkan di lokasi ternak keluarga kami. sebuah gubuk bambu 2 tingkat nangkring di atas pohon kapuk yang diameter batangnya mungkin mencapai ratusan cm. diditulah saya setalah sholat shubuh. membawa cemilan bak orang sedang berhari raya, saya menikmati makanan sambil menunggu mentari di tahun baru terbit dari ufuk Barat. oh ya, saya juga membawa serta sahabat karib saya, diary kesayangan ( ini adalah jenis buku terbanyak yang ada di atas meja belajar saya, hahahaha😀 ) saya membaca alfatihah, lalu ayat kursi, lalu 3 surat terakhir al Qur`an, bukan karena takut setan, tapi karena berlagak mengkhatamkan Qur`an dengan cara singkat sesuai hadist Nabi, ga tau itu wangsit dari mana, pokoknya ya jalan aja yang kepikiran apa, dan ketika mentari terbit, saya pun mengakat kedua belah tangan. saya baca deretan harapan yang sudah saya tulis terlebih dahulu di buku diary kesayangan. semua harap , pinta, mimpi, asa, tertuju pada DIA Pemilik langit dan bumi, pada DIA yang menerbitkan mentari saat itu, pada DIA yang masih memberi diri ini kesempatan menatap mentari di tahun yang baru. khusyuk, hingga mentari mulai naik sepenggalah. selesai. dan hari2 pun berjalan seperti biasa, tak ada yang berbeda, kecuali tanggal di buku tulis sekolah, setiap mengawali catatan atau tugas, heheheh… itu yang selalu saya rasakan dari kecil, tak ada yang istimewa dari sebuah tahun yang baru, kecuali tanggal di buku tulis akan berubah, dan saya akan bertambah usia, alias semakin dewasa , byuuhhh…

itu adalah perayaan tahun baru terkonyol dan terakhir dalam hidup saya, karena setelahnya saya tidak lagi merayakan tahun baru. bagi saya tahun baru sama saja dengan tahun2 kemarin, semestinya saya bermuhasabah diri setiap hari bahkan setiap detik, bukan hanya setiap tahun baru.

ketika akhirnya saya diperistri hubby, tinggal di lingkungan berbasis NU, perayaan sejenis ini pun muncul kembali. walau tidak begitu cocok tapi saya harus berbaur dengan keluarga hubby. acara malam tahun baru kami habiskan di lapangan kota, mendengarkan tausyiah Ustadz – ustadz ternama tanah air. lalu ditutup dengan muhasabah dan doa. hanya mengambil positifnya saja, pikirku sekarang, setidaknya saya bisa berkumpul dengan keluarga besar di momen – momen yang selalu mendekatkan diri pada NYA, dan itu saya syukuri sekali. bersyukur memiliki keluarga yang mengingat amal akhirat. keluarga yang agamis. Tahun lalu, hubby menggenggam tangan saya erat di acara refleksi akhir tahun bersama ust.Yusuf Mansur,sambil matanya menatap penuh cinta ya, dia selalu punya ledakan2 cinta di matanya, yang membuat saya terharu, dan “tertekan” (ahhhhh, aku merasa terpacu untuk terus lebih baik dan lebih baik lagi demi sinar cinta itu, sinar cinta yang menurutku adalah serpihan Cinta NYA )

tahun baru kali ini juga akan kami habiskan seperti tahun sebelumnya. berkumpul bersama keluarga dan menghabiskan malam dengan bermuhasabah diri, bersama Ust. Ari Ginanjar, pelopor ESQ. saya sudah tak sabar ingin tau seperti apa tausyiahnya, sebesar ini saya belum pernah sekalipun mengikuti trainning ESQ beliau. berbeda dengan hubby yang sudah beberapa kali ikut karena kewajiban sebagai pegawai pemerintah.

obrolan – obrolan sebelumnya kami juga membahas perubahan – perubahan penting yang akan kami lakukan di tahun yang baru. rencana2 punya barang baru sampai dengan kegiatan2 baru dalam keluarga. beberapa hal yang saya ajukan ke hubby adalah :

1. Ada jadwal taklim bersama di rumah dimana hubby memberi tausyiah kepada saya dan anak2

2. ada jadwal hubby wajib mengecek hafalanku

3. ada jadwal tahsin dan target tilawah.

4. meletakkan jadwal ta`lim mingguan atau bulan sebagai kegiatan yang harus dilaksanakan (kering kerontang iman jika tanpa majelis ilmu T.T )

5. saya juga selalu merevisi perencanaan keuangan dan investasi, mulai merealisasikan badan LAZIS keluarga, sebuah badan yang akan kami bentuk khusus untuk menyalurkan sedekah untuk keluarga yang membutuhkan. sepertiga dari harta kami insyaAllah akan disisihkan kesini. (semoga kelak bisa seperti Abu Bakar Radhiallahu anhu, 90% harta, aamiin )

6. merealisasikan program birrul walidain ( bakti ke orang tua) khususnya Mama untuk segera haji dan umroh.

7. dan target2 lainnya….

terutama target ruhiyyy, kami harus terus memperbaiki ruhiyy kami sebagai wujud syukur atas segala nikmat dan karunia Allah. Dia Yang MAha Pengasih lagi Penyayang. yang tak pernah luput melimpahkan berkah dan karuniaNya kepada kami…

semoga kami selalu bisa menjadi orang cerdas seperti yang dikatakan hadist,

“Orang cerdas adalah mereka yang mampu melawan hawa nafsu (jahat) dan berbuat untuk hari sesudah mati”

tidak banyak yang mampu…. di  tengah ujian fitnah dunia ini…

semoga Allah menolong kita semua… aamiin….

n welcome to the new year of Masehi ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s